by admin | Sep 11, 2026 | Pengumuman
Pontianak, 11 September 2026
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Yth. Bapak/Ibu Dosen STIS Syarif Abdurrahman Pontianak, kami mengajak Bapak/Ibu untuk mulai mempersiapkan proposal penelitian terbaik dalam rangka mengikuti Program Dana Hibah Penelitian Internal yang akan segera dibuka.
Sosialisasi terkait mekanisme, persyaratan, dan tahapan pengajuan hibah akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Jadwal dan tautan Zoom akan disampaikan kemudian melalui undangan resmi.
Mari manfaatkan kesempatan ini untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui penelitian. Persiapkan gagasan terbaik Anda, karena penelitian yang baik berawal dari keberanian untuk memulai.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
LPPM STIS Syarif Abdurrahman Pontianak
by admin | Sep 9, 2026 | Berita
Pontianak 08 September 2026
STIS Syarif Abdurrahman Pontianak menyelenggarakan Studium General Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) di Pondok Pesantren Alfaqihil Mukoddam sebagai bagian penting dalam menyambut dan membekali mahasiswa baru memasuki kehidupan perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh budaya akademik sekaligus memahami perbedaan mendasar antara kehidupan sebagai siswa dan sebagai mahasiswa. PBAK tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga sebagai proses awal dalam membentuk karakter mahasiswa yang mandiri, bertanggung jawab, beretika, serta memiliki semangat untuk terus mengembangkan diri melalui ilmu pengetahuan.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua STIS Syarif Abdurrahman Pontianak menyampaikan pesan penting kepada seluruh mahasiswa baru agar mulai meninggalkan pola pikir dan mentalitas ketika masih berada di bangku SMP atau SMA. Menurut beliau, memasuki perguruan tinggi berarti memasuki fase kehidupan yang menuntut mahasiswa untuk memiliki mental mahasiswa yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Mahasiswa harus mampu berpikir secara cerdas, kritis, dan terbuka serta memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat. Namun, keberanian tersebut harus tetap disertai dengan kesantunan, etika, dan sikap saling menghargai. “Mahasiswa bukan hanya dituntut untuk pintar, tetapi juga harus mampu berpikir dan menyampaikan pendapat dengan santun,” menjadi salah satu pesan penting yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Lebih lanjut, Ketua STIS Syarif Abdurrahman Pontianak menegaskan bahwa budaya akademik pada dasarnya adalah budaya berpikir. Perguruan tinggi harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun tradisi berpikir, bertanya, berdiskusi, membaca, meneliti, menganalisis, serta menyampaikan gagasan berdasarkan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu mengolah informasi dan menghasilkan pemikiran yang konstruktif. Budaya akademik juga menuntut adanya sikap terbuka terhadap perbedaan pendapat, karena melalui diskusi dan pertukaran gagasan itulah wawasan mahasiswa dapat berkembang. Dengan demikian, mahasiswa STIS diharapkan mampu menjadi insan akademik yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga matang dalam berpikir dan beretika dalam bertindak.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kemitraan STIS Syarif Abdurrahman Pontianak memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar selalu menjaga semangat dalam menuntut ilmu dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan. Menjadi mahasiswa merupakan sebuah proses panjang yang membutuhkan kesungguhan, ketekunan, disiplin, dan komitmen. Setiap kesulitan yang dihadapi dalam proses pembelajaran hendaknya dijadikan sebagai bagian dari proses pendewasaan dan pengembangan diri. Melalui PBAK ini, mahasiswa baru diharapkan mampu memulai perjalanan akademiknya dengan semangat yang kuat, cerdas dalam berpikir, santun dalam berkomunikasi, kritis dalam menyikapi persoalan, serta pantang menyerah dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi mahasiswa STIS Syarif Abdurrahman Pontianak yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
by admin | Sep 5, 2026 | Berita
Pada hari Jumat 04 September 2026
Pertemuan antara STISSA dan Pengasuh Pondok Pesantren Faqih Muqoddam yang dipimpin oleh Habib Toha Al-Jufry bersama Ketua STISSA, Dr. Yusuf, S.H.I., M.H.I., merupakan bagian dari ikhtiar strategis dalam memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membangun sinergi di bidang pendidikan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjalin silaturahim, mempererat komunikasi, serta membangun hubungan yang konstruktif antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren. Silaturahim tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan personal dan kelembagaan, tetapi juga menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai bentuk kerja sama yang memiliki orientasi pada pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam dialog yang berlangsung, salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah rencana penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) atau penguatan kerja sama antara STISSA dengan Pondok Pesantren Faqih Muqoddam. Kerja sama kelembagaan ini dipandang penting sebagai instrumen untuk membangun pola kemitraan yang lebih terstruktur, terarah, dan berkelanjutan. Melalui MoU tersebut, kedua lembaga dapat mengembangkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan pendidikan pesantren dan perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengembangan akademik, peningkatan kapasitas peserta didik, serta penguatan integrasi antara pendidikan keislaman dan pendidikan tinggi.
Pembahasan selanjutnya diarahkan pada upaya memperluas jaringan mahasiswa STISSA melalui lingkungan pondok pesantren. Pesantren memiliki posisi strategis dalam ekosistem pendidikan Islam karena tidak hanya berfungsi sebagai lembaga transmisi keilmuan keislaman, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan pengembangan potensi generasi muda. Oleh karena itu, sinergi dengan Pondok Pesantren Faqih Muqoddam diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi para santri untuk memperoleh pendidikan tinggi, sekaligus memberikan alternatif pengembangan kompetensi akademik yang tetap selaras dengan nilai-nilai dan tradisi kepesantrenan.
Dalam konteks tersebut, penguatan jaringan mahasiswa di lingkungan pesantren juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang integratif. Santri tidak hanya memperoleh pembelajaran keagamaan melalui sistem pendidikan pesantren, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan wawasan akademik dan profesional melalui pendidikan tinggi di STISSA. Model integrasi ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, pemahaman keislaman, kompetensi profesional, serta karakter dan etika yang kuat sebagai bagian dari kontribusi pesantren dan perguruan tinggi terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Aspek lain yang menjadi pokok pembahasan adalah sistem dan mekanisme pelaksanaan perkuliahan di lingkungan Pondok Pesantren Faqih Muqoddam. Pengaturan sistem perkuliahan perlu dirancang secara adaptif dengan mempertimbangkan karakteristik, aktivitas, dan agenda pendidikan yang telah berjalan di lingkungan pesantren. Demikian pula dengan penyusunan jadwal perkuliahan yang diharapkan dapat mengakomodasi kegiatan kepesantrenan, sehingga proses pendidikan tinggi dapat berlangsung secara efektif tanpa mengurangi intensitas pembinaan dan aktivitas keagamaan para santri. Dengan pendekatan tersebut, pelaksanaan perkuliahan di pesantren dapat menjadi model pembelajaran yang fleksibel sekaligus tetap memenuhi standar akademik perguruan tinggi.
Secara keseluruhan, pertemuan ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat antara STISSA dan Pondok Pesantren Faqih Muqoddam. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek administratif melalui penandatanganan MoU, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi, khususnya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri. Melalui penguatan kelembagaan, perluasan jejaring mahasiswa, serta penyelenggaraan sistem perkuliahan yang adaptif di lingkungan pesantren, kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam yang berkualitas, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
by admin | Apr 8, 2026 | Berita, Kegiatan

Pada Hari: Selasa Tanggal 21 April 2026
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIS Syarif Abdurrahman Pontianak menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula melalui kegiatan Pelatihan Pembuatan Buku Ajar. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya institusi dalam meningkatkan kualitas akademik dosen, khususnya dalam pengembangan kemampuan menulis buku ajar dan buku referensi sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Workshop tersebut diikuti oleh 18 dosen tetap STIS Syarif Abdurrahman Pontianak yang tampak antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua I STIS Syarif Abdurrahman Pontianak, Dr. Yuyuf, M.H.I. menyampaikan pentingnya kegiatan pelatihan tersebut bagi pengembangan kompetensi dosen. Menurutnya, kemampuan menulis buku ajar merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Ia menegaskan bahwa dosen tidak hanya dituntut aktif mengajar dan meneliti, tetapi juga harus mampu menghasilkan karya ilmiah yang dapat dijadikan referensi akademik bagi mahasiswa. Disi lain ia menegaskan bahwa kegiatan ini harus ada output/ hasil dari kegiatan ini. ia menyampaikan kepada ketua panitia harus di beri waktu minimal 7 bulan hasilnya sudah ada. sesuai dengan RPS mata kuliah yang diampuh.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Yuyuf juga menjadi pemateri dengan tema “Teknik Penulisan Buku Ajar”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai tahapan teknis penyusunan buku ajar, mulai dari penyusunan outline, penentuan struktur bab, teknik penulisan isi, hingga penyelesaian naskah akhir. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga disertai contoh-contoh praktis agar mudah dipahami oleh para dosen pemula yang ingin mulai menulis buku ajar secara sistematis dan akademis.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua LPPM STIS Syarif Abdurrahman Pontianak, Kawakib, M.H. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme para peserta. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program perdana yang diselenggarakan LPPM dalam bidang peningkatan kompetensi penulisan akademik dosen. Menurutnya, keberadaan buku ajar sangat penting sebagai sumber referensi pembelajaran, sekaligus menjadi indikator produktivitas akademik dosen di lingkungan perguruan tinggi. Ia berharap para dosen tidak hanya fokus menulis artikel ilmiah, tetapi juga mampu menghasilkan buku referensi dan buku ajar yang berkualitas.
Selain itu, pemateri lainnya, Dr. Sahbudi, M.Ag. turut memberikan penjelasan mengenai teori dan teknis pembuatan buku ajar bagi dosen pemula. Ia menguraikan berbagai metode penyusunan materi, teknik pengembangan substansi pembelajaran, hingga strategi agar buku ajar memiliki nilai akademik dan mudah dipahami mahasiswa. Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop yang dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan dosen dalam menghasilkan karya tulis akademik yang produktif dan berkualitas.
by admin | Jan 21, 2026 | Berita