Studium General PBAK STIS Syarif Abdurrahman Pontianak di Pondok Alfaqihil Mukoddam
Pontianak 08 September 2026
STIS Syarif Abdurrahman Pontianak menyelenggarakan Studium General Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) di Pondok Pesantren Alfaqihil Mukoddam sebagai bagian penting dalam menyambut dan membekali mahasiswa baru memasuki kehidupan perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh budaya akademik sekaligus memahami perbedaan mendasar antara kehidupan sebagai siswa dan sebagai mahasiswa. PBAK tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga sebagai proses awal dalam membentuk karakter mahasiswa yang mandiri, bertanggung jawab, beretika, serta memiliki semangat untuk terus mengembangkan diri melalui ilmu pengetahuan.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua STIS Syarif Abdurrahman Pontianak menyampaikan pesan penting kepada seluruh mahasiswa baru agar mulai meninggalkan pola pikir dan mentalitas ketika masih berada di bangku SMP atau SMA. Menurut beliau, memasuki perguruan tinggi berarti memasuki fase kehidupan yang menuntut mahasiswa untuk memiliki mental mahasiswa yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Mahasiswa harus mampu berpikir secara cerdas, kritis, dan terbuka serta memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat. Namun, keberanian tersebut harus tetap disertai dengan kesantunan, etika, dan sikap saling menghargai. “Mahasiswa bukan hanya dituntut untuk pintar, tetapi juga harus mampu berpikir dan menyampaikan pendapat dengan santun,” menjadi salah satu pesan penting yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Lebih lanjut, Ketua STIS Syarif Abdurrahman Pontianak menegaskan bahwa budaya akademik pada dasarnya adalah budaya berpikir. Perguruan tinggi harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun tradisi berpikir, bertanya, berdiskusi, membaca, meneliti, menganalisis, serta menyampaikan gagasan berdasarkan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu mengolah informasi dan menghasilkan pemikiran yang konstruktif. Budaya akademik juga menuntut adanya sikap terbuka terhadap perbedaan pendapat, karena melalui diskusi dan pertukaran gagasan itulah wawasan mahasiswa dapat berkembang. Dengan demikian, mahasiswa STIS diharapkan mampu menjadi insan akademik yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga matang dalam berpikir dan beretika dalam bertindak.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kemitraan STIS Syarif Abdurrahman Pontianak memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar selalu menjaga semangat dalam menuntut ilmu dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan. Menjadi mahasiswa merupakan sebuah proses panjang yang membutuhkan kesungguhan, ketekunan, disiplin, dan komitmen. Setiap kesulitan yang dihadapi dalam proses pembelajaran hendaknya dijadikan sebagai bagian dari proses pendewasaan dan pengembangan diri. Melalui PBAK ini, mahasiswa baru diharapkan mampu memulai perjalanan akademiknya dengan semangat yang kuat, cerdas dalam berpikir, santun dalam berkomunikasi, kritis dalam menyikapi persoalan, serta pantang menyerah dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi mahasiswa STIS Syarif Abdurrahman Pontianak yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.